Andrey Rublev telah membuat penambahan besar dalam tim pelatihnya setelah ia masih terus kesulitan untuk menemukan performa terbaik di turnamen ATP.

2025-03-30 15:11:56 By Odegaard

Petenis peringkat 9 dunia harus bertahan menghadapi awal yang terjal di musim 2025 setelah ia sampai saat ini baru mencatatkan 9-7.

 

Kekalahan sang petenis dari petenis berkebangsaan Belgia, Zizou Bergs di laga pembuka Miami Open membuat ia menelan tiga kekalahan secara beruntun setelah ia juga kalah dari petenis berkebangsaan Italia, Matteo Arnaldi di Indian Wells dan petenis berkebangsaan Perancis, Quentin Halys di Dubai.

 

Hal yang cukup luar biasa adalah lima dari sembilan kemenangan yang ia petik musim ini ia dapatkan di Doha, di mana ia berhasil memenangkan Qatar Open, yang tampaknya menjadi pencapaian yang tidak terduga.

 

Tidak mampu meneruskan momentum tersebut, petenis peringkat 9 dunia kini membuat penambahan besar dalam tim pelatihnya jelang memasuki musim clay-court karena ia ingin membalikkan keadaan.

 

Media Rusia, Bolshe memberitakan bahwa sang petenis akan memasukkan mantan petenis asal Rusia, Marat Safin ke dalam timnya demi musim clay-court. Safin akan bergabung dengan pelatih utama, Fernando Vicente yang telah melatih petenis berusia 27 tahun sejak musim 2017.

 

Safin berkomitmen untuk bekerja sama dengan petenis peringkat 9 dunia selama musim clay-court yang akan dimulai di turnamen Masters 1000, Monte Carlo pada 7 April mendatang. Ia pernah memenangkan turnamen tersebut setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Denmark, Holger Rune di final musim 2023.