Setelah Motta Dipecat, Direktur Juventus Kini Dalam Bahaya
2025-03-26 09:46:27 By Anthem

Ada satu figur di tubuh Juventus yang kini berada dalam tekanan menyusul pemecatan Thiago Motta. Sosok tersebut adalah Direktur Olahraga Cristiano Giuntoli, yang posisinya kini tengah menjadi sorotan.
Motta hanya bertahan kurang dari satu musim sebagai pelatih utama Bianconeri sebelum akhirnya diberhentikan pekan lalu akibat hasil mengecewakan. Di bawah kepemimpinannya, Juventus hanya mampu mencatatkan 18 kemenangan dan delapan kekalahan dari 42 pertandingan.
Bianconeri gagal bersaing dalam perburuan gelar Serie A, serta tersingkir dari ajang Liga Champions dan Coppa Italia. Catatan ini jelas tak sebanding dengan investasi besar yang telah dilakukan klub pada musim panas sebelumnya.
Thiago Motta sempat mendapatkan dukungan penuh dari manajemen ketika klub menggelontorkan lebih dari 200 juta euro untuk merekrut sejumlah pemain. Namun sayangnya, mayoritas rekrutan anyar tersebut tidak mampu menunjukkan performa yang memuaskan, meskipun dibeli dengan harga tinggi.
Contohnya adalah Teun Koopmeiners yang ditebus dari Atalanta dengan biaya lebih dari 50 juta euro, namun justru tampil di bawah ekspektasi. Begitu pula Douglas Luiz dan Nico Gonzalez yang juga belum memberikan kontribusi maksimal.
Kini, Giuntoli ikut disorot karena dianggap ikut bertanggung jawab atas merosotnya performa tim. Sebagai Direktur Olahraga, ia berperan langsung dalam proses perekrutan Thiago Motta dan transfer pemain baru.
Giuntoli, yang sebelumnya memiliki reputasi mentereng saat menangani Napoli, kini justru dianggap gagal. Tak hanya soal pembelian yang dianggap tidak efektif, ia juga dikritik karena melepas pemain yang justru berkembang pesat di klub barunya.
Salah satunya adalah Dean Huijsen, bek muda asal Spanyol yang tampil impresif di Bournemouth dan kini diburu banyak klub besar Eropa. Juventus melepasnya hanya seharga 17 juta euro, karena desakan regulasi Financial Fair Play.
Namun di sisi lain, pada bursa transfer Januari, Juventus justru merekrut Lloyd Kelly dari Newcastle — bek pelapis — dengan nilai transfer yang hampir sama. Belum lagi keputusan kontroversial melepas Wojciech Szczesny dan Federico Chiesa.
Mengutip laporan La Gazzetta dello Sport, masa depan Giuntoli berada di ujung tanduk. Pihak manajemen disebut bisa sewaktu-waktu memecatnya karena dinamika krisis internal yang kini tengah dihadapi klub.
Giuntoli dinilai terlalu dominan dalam pengambilan keputusan, hingga tidak ada keseimbangan atau sistem pengawasan yang berjalan di tubuh tim.
Sedang Tayang






🔥 Populer

























